LEAD GITAR Nama lengkap : Satriyo Yudi Wahono Panggilan : Piyu Tempat/Tanggal Lahir : Surabaya, 15 Juli 1973 Pendidikan : Fak. Ekonomi Unair Status: Menikah Hobi : Travelling, baca buku, berpikir Fakta : - Punya anjing labrador bernama Paz.
- Menikah dengan Flo diusianya yang ke 32 tahun.
- Hampir seluruh koleksi bajunya berwarna hitam.
- Sempat jadi cleaning service di toserba di Jakarta.
- Kalo manggung selalu pake contact lense.
- Tergila-gila sama Star Wars dan Godfather.
- Sempat se-band sama Ari Lasso dan Wawan Abi.
- Paling nggak suka nyupir dan ngisi bensin.
NEWS OF PADI
Kapanlagi.com - Nama tenar Padi bukan hanya menggema di tanah air. Nama besar grup musik ini juga dikenal di Amerika. Terbukti saat manggung di negeri Paman Sam pada 20 November - 5 Desember 2008 lalu, dari tiga kota yang disambanginya, banyak penonton yang mengelu-elukan grup band ini.Dari konser yang digelar di Warsaw Concert Hall, NY, 400 tiket terjual habis. Konser di Washington DC, di Jammin Java, 300 tiketnya juga terjual, begitu pula dengan konser di Ambiente, Los Angeles, 350 tiket yang disediakan juga ludes. Terbukti, konser reuni yang digelar Padi ini memang dinanti-nantikan penggemarnya di AS. Padi menggelar konser di AS demi memuaskan kerinduan para penggemarnya yang hijrah di negeri ini. "Kita mengonsep konser ini sebagai konser reuni antar warga Indonesia yang ada di Amerika. Rata-rata mereka telah tinggal di Amerika sudah lebih dari tujuh tahun, untuk itu kita banyak membawai lagu di album ke 1 dan ke 2. Seperti Kasih Tak Sampai, Sobat, Mahadewi," terang Piyu yang dijumpai di Kamasutra, Hotel Crown Plaza di Semanggi, Senin (15/12). Satu lagi yang memberikan kebanggaan pada Padi, bukan hanya orang Indonesia yang tinggal di AS yang jadi penggemar, orang bule pun tak ketinggalan. "Ternyata yang hafal lagu Padi bukan orang Indonesia saja. Orang bule juga menyanyikan dalam bahasa Indonesia, ini surprise banget," aku Piyu. Dari tiga kota yang disambangi Padi, mereka memiliki kesan yang lebih besar saat manggung di Washington DC dan LA. "Konser di Amerika rata-rata berkesan, tapi yang paling berkesan di Washington DC dan LA karena stage kita dekat dengan audience, jadi bisa melebur. Apalagi ketika kita membawakan lagu Indonesia Pusaka yang kita aransemen ulang, terasa suasana patriotik dan merintih rindu kampung halaman," ungkap Piyu.
Kapanlagi.com - Mungkin selama ini, musisi asal Surabaya, Piyu, hanya terkenal sebagai gitaris grup band Padi. Namun sesungguhnya Piyu juga adalah seorang pencipta lagu yang sangat handal. Kali ini, Piyu, menciptakan sebuah lagu dengan lirik berbahasa Itali.Selain menciptanya, Piyu mengaku dirinya juga akan menyanyikannya sendiri. Namun ketika dirinya ditanya apakah dia akan membuat sebuah album solo, Piyu mengatakan sampai saat ini dirinya belum ada rencana membuat album solo. Piyu menjadikan lagu berbahasa Italia tersebut hanya sebagai proyek single recording. "Untuk solo nggak juga. Karena saya ingin lebih fleksibel dalam berbuat sesuatu," aku Piyu saat ditemui di sebuah acara music corner di Plaza EX, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (09/10/08). Piyu menambahkan, alasan dirinya membuat sebuah lagu berbahasa Italia dikarenakan materi lagu yang dibuatnya kurang pas jika ditulis dengan bahasa Indonesia. Menurut Piyu, lagu ciptaannya tersebut akan tampak meratap-ratap jika ditulis dengan bahasa Indonesia. Lagu Piyu tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Italia oleh seorang temannya yang memang asli dari Italia. "Lagu Italia itu sifatnya Universal. Bukan mau sok, tapi kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia terlalu meratap-ratap. Makanya akhirnya lagu tersebut diterjemahkan oleh temanku Roberto ke dalam bahasa Itali," pungkasnya. ( Agung ) Kapanlagi.com - Kelompok musik Padi belum lama ini berkunjung dan menggelar konser di tiga kota Amerika Serikat (AS) dan sempat merasakan perlakuan sangat istimewa, meskipun hanya semalam."Promotor di sana menyambut kami dengan luar biasa. Baru kali itu kami benar-benar merasa diperlakukan seperti 'rock star' semalam," kata sang gitaris, Piyu, dalam satu acara berbagi cerita dengan wartawan di Jakarta, Senin (15/12). Piyu menjelaskan, perasaan itu muncul karena dirinya, juga Fadly, Rindra, Ari dan Yoyo dijemput dengan kendaraan limousine, lengkap dengan sajian makan dan minuman yang mewah. Didukung perusahaan pelumas Top 1, Padi mengadakan pertunjukan besar maupun kecil di hadapan masyarakat Indonesia yang menetap di tiga kota besar, New York, Los Angeles dan Washington. Padi berada di AS sejak 20 November - 5 Desember lalu. "Awalnya promotor di New York yang meminta kami tampil di kota itu, tetapi setelah itu kami malah diajak untuk tampil di Los Angeles dan Washington," kata Piyu. Ia juga mengungkapkan, dalam konser-konsernya di tiga kota itu Padi membawakan tembang-tembang hits dari dua album pertamanya, seperti Mahadewi, Demi Cinta, Sudahlah, Sobat, dan Harmoni. Bassist Rindra mengatakan, "Orang Indonesia di sana mungkin belum pernah menonton konser kita. Mereka tahu Padi tapi belum pernah nonton konser Padi." Dari konser tersebut, Padi ditawari untuk kembali lagi ke negeri Paman Sam pada tahun depan. "Kami diminta tampil di San Fransisco, Seatle, Texas, dan California," kata Piyu menambahkan. Menjawab pertanyaan wartawan, ia mengatakan pada waktunya nanti Padi akan membawakan lagu-lagu dari album ketiga, keempat dan kelima. Sebagai persiapan, katanya, manajemen Padi akan mengirimkan album-album tersebut untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia di negara-negara bagian tujuan. "Kalau membuat album khusus untuk kunjungan tahun depan itu, kami belum memikirkannya," katanya. Kunjungan dan konser Padi di AS merupakan kegiatan penutup tahun ini. "Bagi kami itu kegiatan tutup tahun yang manis. Tahun lalu kami berkunjung ke London, Inggris," ujarnya. |