Rabu, 24 Desember 2008

PADI


Padi Band Legendaris Indonesia, yang telah menjadi sebuah Band Papan Atas. gitaris Ari Sosianto suatu ketika, beralasan Padi makanan orang susah. Oleh karena itu kedua perusahaan rekaman tersebut menolak mengontrak mereka. Para personel Padi : Ari (gitar), Fadli (vokal), Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar) tak setuju dengan pendapat kedua perusahaan tersebut. Mereka justru menganggap ''Padi'' bermakna sangat membumi.

Dan mereka tidak hanya mengambil filosofinya saja, semakin berisi semakin merunduk, tapi juga fungsinya yang melambangkan kesejahteraan. ''Dan kita juga ingin sejahtera.'' Dengan album Lain Dunia yang sudah laku melampaui 800 ribu kopi, dan album kedua mereka Sesuatu Yang Tertunda telah terjual lebih dari 1,6 juta kopi. Di berbagai message board situs-situs gaul, mereka adalah band paling digemari. Status ini kukuh melalui forum resmi ketika dalam MTV Asia Awards 2002 mereka berhasil menjadi "Best Indonesian Artist".

Mereka layak gembira. ''Kami benar-benar bersyukur dengan penghargaan ini. Ternyata pengorbanan kami selama ini tidak sia-sia. Dulu tak pernah terpikir di benak kami untuk mendapatkan penghargaan. Yang kami tahu, bolos kuliah, nyewa studio musik, dan berkarya,'' ujar Piyu penuh semangat. Padi dimulai dari kampus Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, tempat kuliah para personelnya. Mula-mula mereka memakai nama Soda. Tapi karena dianggap kurang cocok, mereka menggantinya dengan Padi.

Mereka bermain band dari kampus ke kampus. Meskipun grup baru (didirikan secara resmi pada 8 April 1997), mereka tergolong matang dan selalu tegas dalam setiap konsep yang mereka buat. Sejak awal mereka memantapkan diri di jalur pop rock. Mungkin karena itu pula Sony Music tertarik untuk mengelola Padi. Padahal, sebelumnya Aquarius dan RIS Music menolak mereka. Namun mereka sempat menolak Sobat untuk jadi lagu andalan di album pertama mereka. Soalnya, mereka telah menyiapkan Demi Cinta sebagai lagu jagoan. Karena itulah lagu Sobat, yang menurut Sony menarik, dimasukkan di album Indie Ten. ''Mungkin itu sudah jalan kita, harus ikut album kompilasi dulu,'' ujar Yoyo.

Padi mengaku mengedepankan lirik sebagai kekuatan musik mereka, sedangkan musik hanya menjadi pendukung lirik. Biasanya, mereka selalu membuat liriknya lebih dulu, baru kemudian menentukan musiknya. Tapi, menurut Yoyo, tak tertutup kemungkinan mereka membuat musiknya terlebih dulu. ''Tapi tetap saja liriknya harus mendukung.'' Ide lagu kebanyakan bersumber dari rasa sakit hati karena putus cinta, perasaan dan pengalaman pribadi tiap personelnya. Maka, boleh dibilang, putus cinta justru membuat mereka semakin kreatif.

Ulasan singkat mengenai kelompok Padi. Grup musik asal kota Pahlawan ini mengawali karir dengan bermain musik bersama di lingkungan seputar kampus, berbagai event, maupun di pub-pub. Sempat menamakan diri SODA, grup ini kemudian resmi mengibarkan nama PADI pada bulan April 1997 dengan formasi personil: Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bass), Yoyok (drum). Karir musik PADI mulai bersinar saat mereka masuk dalam jajaran kompilasi Indie-Ten, produksi Sony Music Indonesia. Walaupun hanya dengan satu single berjudul SOBAT, tetapi PADI mampu membuktikan bahwa musiknya dapat diterima oleh pencinta musik Indonesia. Bulan Agustus 1999, Padi meluncurkan debut albumnya berjudul Lain Dunia, yang sukses mengusung empat hit, yaitu Sudahlah…!, Seperti Kekasihku, Begitu Indah, dan Mahadewi.

Tahun 2001 boleh dibilang tahunnya milik PADI. Album keduanya SESUATU YANG TERTUNDA yang dirilis bulan Juni 2001 penjualannya meledak. Ini tentu saja berkat lagu-lagunya yang memang berbobot dan memiliki peluang untuk menjadi lagu unggulan. Dari album ini PADI sudah tampil dalam dua video klip, yaitu Sesuatu Yang Indah dan Kasih Tak Sampai. Disusul dengan video klip ketiga berjudul Semua Tak Sama. Selain sukses di negeri sendiri, PADI juga menangguk sukses di Malaysia, dimana albumnya juga mendapat sambutan yang tak kalah antusias.

Hingga kini penjualan album Lain Dunia sudah mencapai lebih dari 850 ribu kopi. Dan album Sesuatu Yang Tertunda mencetak lebih dari 1,8 juta kopi. Album Save My Soul diharapkan dapat mencapai sukses yang sama dengan album-album sebelumnya. Sukses untuk Padi !!



DISKOGRAFI

1. Tak Hanya Diam
2. Self Titled

3. Save My Soul - Juni 2003
4. Work Of Heaven (Official Song Album World Cup 2002) - Juli 2002
5. Sesuatu Yang Tertunda - Juni 2001
6. Lain Dunia - Agustus 1999
7. Sobat (Single, diambil dari album kompilasi Indie-Ten) Juli 1998



PENGHARGAAN :

Clear Top Ten Awards 2000:
· Fabulous Album - Lain Dunia 2000
· The Coolest Duo / Group - Lain Dunia 2000

AMI Sharp Awards 2000:
· Best Rock Duo / Group - Lain Dunia 2000

Clear Top Ten Awards 2001:
· Viewer Choice Songs - Sesuatu Yang Indah 2001
· Viewer Choice Artists - Sesuatu Yang Tertunda 2001

MTV Awards 2001:
· Best Director - Begitu Indah 2001

AMI Sharp Awards 2001:
· Group Terbaik - Kategori Pop Progressive 2001
· Album Terbaik - Sesuatu Yang Tertunda - Kategori Pop Progressive
· Penyanyi Rekaman Terbaik - Kategori Umum (Best Of The Best)
· Album Rekaman Terbaik - Kategori Umum (Best Of The Best)
· Cover Album Terbaik - Album Sesuatu Yang Tertunda
· Sound Engineer Terbaik (Stephan Santoso) - Album Sesuatu Yang Tertunda
· Produser Album Terbaik (Jan N Djuhana) - Album Sesuatu Yang Tertunda

Anugrah Planet Muziek Award 2002 - Singapura :
· Padi sebagai Kumpulan Terbaik

MTV Asia Music Awards 2002:
· Indonesian Favorite Artist SCTV Music Awards 2002:
· Group Band Paling Ngetop 2002

CLEAR Top Ten Awards 2002:
· Coolest Duo / Group

MTV Indonesia Awards 2002:
· Most Favorite Group

DAFTAR LAGU SAVE MY SOUL (SMS):
1. Ketakjuban
2. Hitam
3. Rapuh
4. Di Atas Bumi Kita Berpijak
5. Cahaya Mata
6. Menanti Keajaiban
7. Menjadi Bijak
8. Sesuatu Yang Tertunda
9. Patah
10. Repihan Hati FOR MORE

INFORMATION : www.sonymusic.co.id

PROFIL PERSONIL PADI

profil personil

BASS

Nama lengkap : Rindra Risyanto Noor
Panggilan : Rindra
Tempat/Tanggal Lahir : Balikpapan, 5 Desember 1973
Pendidikan : Notariat Unair
Status: Menikah (2 anak)
Hobi : Karate, travelling, baca buku, melukis
Fakta :

  • Satu-satunya personil yang lulusan Fakultas Hukum.
  • Sempat berniat mengundurkan diri dari Padi. Tapi tidak jadi lantaran ditentang sama bokapnya. Selain itu juga udah kadung jatuh cinta sama Padi.
  • Sudah punya 1 anak. Pedulla Noor. Nama itu diambil dari merk bass kesayangannya.
  • Sempat melatih karate dan suka banget makan rawon.
  • Suka memelihara burung atau unggas.

GITAR

Nama lengkap : Ari Sosianto
Panggilan : Ari "Homer"
Tempat/Tanggal Lahir : Bogor, 11 September 1974
Pendidikan : Fak. Ekonomi Unair
Status: Menikah (1 anak)
Hobi : Uta- atik gitar, otomotif, naik gunung, travelling, bilyar
Fakta :
  • Personil paling pendiam.
  • Fender-mania.
  • Sempat dilarang ngeband sama orang tuanya.
  • Seneng banget nyupir sendiri.
  • Perfeksionis.

VOCAL

Nama lengkap : Andi Fadly Arifuddin
Panggilan : Fadly
Tempat/Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 13 Juni 1975
Pendidikan : Fak. Ekonomi Unair
Status: Menikah (2 anak)
Hobi : Main game, baca buku, dan hal-hal yang berbau komputer
Fakta :
  • Sering dipanggil Bola, lantaran bentuk bodinya.
  • Sebenarnya kidal, tapi gara-gara dulu nggak punya duit buat beli gitar kidal, Fadly terpaksa melatih tangan kanannya.
  • Udah punya 2 anak yang sangat disayangi yang bernama Bilal dan Aidan.
  • Biar udah lama tinggal di Surabaya, logat Makassarnya tetap kental.
  • Sempat jadi bassis di band lamanya.
  • Pemalu berat.
  • Maniak game, Macintosh mania.

DRUM

Nama lengkap : Surendro Prasetyo
Panggilan : Yoyok
Tempat/Tanggal Lahir : Surabaya, 29 November 1975
Pendidikan : Fak. Ekonomi Unair
Status: Menikah
Hobi : Tidur, nonton TV, melamun
Fakta :
  • Sudah main drum dari kelas 3 SD.
  • Satu-satunya personil yang tidak bisa berenang.
  • Saking hebat permainan drumnya, sering dibilang kecebur panci drum waktu kecil (persis kayak Obelix yang kecebur panci ramuan ajaib!)!
  • Satu-satunya personil yang tidak menyelesaikan kuliah.
  • Bisa tidur di mana aja, dalam posisi apapun.
  • Waktu umur 13 tahun sudah meraih gelar Best Drummer dalam Festival Band Se-Jawa-Bali.
  • Diendorsed oleh drum TAMA dan Cymbal SABIAN.

LEAD GITAR

Nama lengkap : Satriyo Yudi Wahono
Panggilan : Piyu
Tempat/Tanggal Lahir : Surabaya, 15 Juli 1973
Pendidikan : Fak. Ekonomi Unair
Status: Menikah
Hobi : Travelling, baca buku, berpikir
Fakta :
  • Punya anjing labrador bernama Paz.
  • Menikah dengan Flo diusianya yang ke 32 tahun.
  • Hampir seluruh koleksi bajunya berwarna hitam.
  • Sempat jadi cleaning service di toserba di Jakarta.
  • Kalo manggung selalu pake contact lense.
  • Tergila-gila sama Star Wars dan Godfather.
  • Sempat se-band sama Ari Lasso dan Wawan Abi.
  • Paling nggak suka nyupir dan ngisi bensin.
NEWS OF PADI

Konser Padi di AS Penuh Kesan

Kapanlagi.com - Nama tenar Padi bukan hanya menggema di tanah air. Nama besar grup musik ini juga dikenal di Amerika. Terbukti saat manggung di negeri Paman Sam pada 20 November - 5 Desember 2008 lalu, dari tiga kota yang disambanginya, banyak penonton yang mengelu-elukan grup band ini.

Dari konser yang digelar di Warsaw Concert Hall, NY, 400 tiket terjual habis. Konser di Washington DC, di Jammin Java, 300 tiketnya juga terjual, begitu pula dengan konser di Ambiente, Los Angeles, 350 tiket yang disediakan juga ludes. Terbukti, konser reuni yang digelar Padi ini memang dinanti-nantikan penggemarnya di AS.

Padi menggelar konser di AS demi memuaskan kerinduan para penggemarnya yang hijrah di negeri ini. "Kita mengonsep konser ini sebagai konser reuni antar warga Indonesia yang ada di Amerika. Rata-rata mereka telah tinggal di Amerika sudah lebih dari tujuh tahun, untuk itu kita banyak membawai lagu di album ke 1 dan ke 2. Seperti Kasih Tak Sampai, Sobat, Mahadewi," terang Piyu yang dijumpai di Kamasutra, Hotel Crown Plaza di Semanggi, Senin (15/12).

Satu lagi yang memberikan kebanggaan pada Padi, bukan hanya orang Indonesia yang tinggal di AS yang jadi penggemar, orang bule pun tak ketinggalan. "Ternyata yang hafal lagu Padi bukan orang Indonesia saja. Orang bule juga menyanyikan dalam bahasa Indonesia, ini surprise banget," aku Piyu.

Dari tiga kota yang disambangi Padi, mereka memiliki kesan yang lebih besar saat manggung di Washington DC dan LA. "Konser di Amerika rata-rata berkesan, tapi yang paling berkesan di Washington DC dan LA karena stage kita dekat dengan audience, jadi bisa melebur. Apalagi ketika kita membawakan lagu Indonesia Pusaka yang kita aransemen ulang, terasa suasana patriotik dan merintih rindu kampung halaman," ungkap Piyu.

Piyu Padi Ciptakan Lagu Bahasa Italia

Kapanlagi.com - Mungkin selama ini, musisi asal Surabaya, Piyu, hanya terkenal sebagai gitaris grup band Padi. Namun sesungguhnya Piyu juga adalah seorang pencipta lagu yang sangat handal. Kali ini, Piyu, menciptakan sebuah lagu dengan lirik berbahasa Itali.

Selain menciptanya, Piyu mengaku dirinya juga akan menyanyikannya sendiri. Namun ketika dirinya ditanya apakah dia akan membuat sebuah album solo, Piyu mengatakan sampai saat ini dirinya belum ada rencana membuat album solo. Piyu menjadikan lagu berbahasa Italia tersebut hanya sebagai proyek single recording.

"Untuk solo nggak juga. Karena saya ingin lebih fleksibel dalam berbuat sesuatu," aku Piyu saat ditemui di sebuah acara music corner di Plaza EX, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (09/10/08).

Piyu menambahkan, alasan dirinya membuat sebuah lagu berbahasa Italia dikarenakan materi lagu yang dibuatnya kurang pas jika ditulis dengan bahasa Indonesia.

Menurut Piyu, lagu ciptaannya tersebut akan tampak meratap-ratap jika ditulis dengan bahasa Indonesia. Lagu Piyu tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Italia oleh seorang temannya yang memang asli dari Italia.

"Lagu Italia itu sifatnya Universal. Bukan mau sok, tapi kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia terlalu meratap-ratap. Makanya akhirnya lagu tersebut diterjemahkan oleh temanku Roberto ke dalam bahasa Itali," pungkasnya. ( Agung )

Padi Dipuja di Amerika Serikat

Kapanlagi.com - Kelompok musik Padi belum lama ini berkunjung dan menggelar konser di tiga kota Amerika Serikat (AS) dan sempat merasakan perlakuan sangat istimewa, meskipun hanya semalam.

"Promotor di sana menyambut kami dengan luar biasa. Baru kali itu kami benar-benar merasa diperlakukan seperti 'rock star' semalam," kata sang gitaris, Piyu, dalam satu acara berbagi cerita dengan wartawan di Jakarta, Senin (15/12).

Piyu menjelaskan, perasaan itu muncul karena dirinya, juga Fadly, Rindra, Ari dan Yoyo dijemput dengan kendaraan limousine, lengkap dengan sajian makan dan minuman yang mewah.

Didukung perusahaan pelumas Top 1, Padi mengadakan pertunjukan besar maupun kecil di hadapan masyarakat Indonesia yang menetap di tiga kota besar, New York, Los Angeles dan Washington. Padi berada di AS sejak 20 November - 5 Desember lalu.

"Awalnya promotor di New York yang meminta kami tampil di kota itu, tetapi setelah itu kami malah diajak untuk tampil di Los Angeles dan Washington," kata Piyu.

Ia juga mengungkapkan, dalam konser-konsernya di tiga kota itu Padi membawakan tembang-tembang hits dari dua album pertamanya, seperti Mahadewi, Demi Cinta, Sudahlah, Sobat, dan Harmoni.

Bassist Rindra mengatakan, "Orang Indonesia di sana mungkin belum pernah menonton konser kita. Mereka tahu Padi tapi belum pernah nonton konser Padi."

Dari konser tersebut, Padi ditawari untuk kembali lagi ke negeri Paman Sam pada tahun depan. "Kami diminta tampil di San Fransisco, Seatle, Texas, dan California," kata Piyu menambahkan.

Menjawab pertanyaan wartawan, ia mengatakan pada waktunya nanti Padi akan membawakan lagu-lagu dari album ketiga, keempat dan kelima.

Sebagai persiapan, katanya, manajemen Padi akan mengirimkan album-album tersebut untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia di negara-negara bagian tujuan.

"Kalau membuat album khusus untuk kunjungan tahun depan itu, kami belum memikirkannya," katanya.

Kunjungan dan konser Padi di AS merupakan kegiatan penutup tahun ini. "Bagi kami itu kegiatan tutup tahun yang manis. Tahun lalu kami berkunjung ke London, Inggris," ujarnya.

Tidak ada komentar: